Ancaman bagi Mereka yang Enggan Berdzikir

Di era yang disebut milenia ini semua serba ada dan semua serba instan. Dunia sudah terasa sangat sempit, nyaris tidak ada batasan dengan kehadiran teknologi. Namun ketahuilah bahwa kemajuan dunia juga menyimpan sisi negatif, yaitu semua perangkat dan fasilitas teknologi akan menjadi penyebab jauhnya hamba dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai tuhannya bila umat Islam tidak bijak menyikapinya.

Dengan tersedianya beragam fasilitas, manusia akan disibukkan dengan berbagai aktifitas duniawi sehingga menjadi penyebab lalai untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Manusia disibukkan dengan berinteraksi dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya. Mulai dari massanggeran, chattingan, youtuban, facebookan, twitteran. WA-an, dan lain sebagainya. Batasi! Sesibuk apapun, tetap luangangkan waktu untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar hati tidak menjadi keras. Sebab Allah jelas-jelas memperingatkan hambanya jangan terlalu banyak berbicara sehingga lupa dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي

“Janganlah kalian banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah, karena banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (Hadits Tirmidzi Nomor 2335)

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam mereka yang hatinya keras sebab tidak takut kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Surat Al-Baqarah Ayat 74)

Perkara kenikmatan dunia seringkali melalaikan umat manusia. Janganlah sampai urusan dunia menyebabkan kita lalai tidak berdzikir agar tidak menjadi manusia yang merugi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Surat Al-Munafiqun Ayat 9)

Boleh saja kita beraktifitas duniawi, namun jangan sampai kesibukan dunia menyebabkan kita lupa berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala jelas ancaman kepada hambanya yang melupakan dzikir (ingat) kepada Allah. Aancaman Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi mereka yang enggan dzikir adalah kehidupannya akan serba sempit, karena hanya Allah lah yang bisa memberikan kita kelapangan hidup.

Dan masih banyak lagi ancaman bagi mereka yang lalai dan enggan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antaranya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membangkitkan manusia di akhirat dalam keadaan buta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Surat Ta Ha Ayat 124

Manusia yang enggan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai tuhaannya, niscaya tergolong sebagai orang-orang yang fasik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Surat Al-Hasyr Ayat 19)

Ada manusia mati sebab telah kehilangan nyawanya. Namun juga ada manusia yang dianggap mati walaupun masih ada nyawanya. Yakni mereka yang enggan berdzikir kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Permisalan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati.” (Hadits Bukhari Nomor 5928)

Tempat-tempat yang jarang digunakan dzikir bagaikan kuburan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan rumah yang di dalamnya selalu disebut nama Allah Ta’ala dengan rumah yang di dalamnya tidak pernah disebut nama Allah adalah sebagaimana orang hidup dan orang mati.” (Hadits Muslim Nomor 1299)

Sangat jelas bahwa kerugian akan menjangkiti mereka yang enggan dzikir kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (Surat Al-Mujadilah Ayat 19)

Lebih jauh lagi, mereka yang berpaling dari dzikir akan menjadi teman setan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Surat Az-Zukhruf Ayat 36)

Oleh karena itu, mari kita semua mulai meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan merutinkan dzikir kepadaNya dalam setiap detik yang kita lewati. Semoga dengan dzikir menjadi penyebab ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala akan kita terima amin.

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke