Bagi yang Terbuai dan Terlena dengan Kehidupan Dunia Akan Menyesal Kelak di Akhirat.

Pada intinya, selama manusia hidup di dunia hendaklah berusaha untuk mencari amal saleh sebanyak-banyaknya agar bisa diberi petunjuk dan keselamatan di dunia dan akhirat. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman agar umat Islam tidak berlebihan dalam mengutamakan duniawi,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Surat Fatir Ayat 5)

Kenikmatan dunia seisinya tidaklah berharga dibanding sebuah sayap seekor nyamuk!.Orang yang telah tertipu dengan kenikmatan dunia mereka termasuk orang yang merugi?. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia itu di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk tentu Allah tidak mau memberi orang orang kafir walaupun hanya seteguk air.” (Hadits Tirmidzi Nomor 2242)

Jadi, manfaatkanlah waktu kehidupan di dunia yang hanya sementara ini. Jadikanlah waktu kita di dunia untuk mencari ilmu serta beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berusaha berbuat kebajikan serta jahuilah perbuatan yang dilarang-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَسَنَ قَالَ قَدِمَ عَمُّ الْفَرَزْدَقِ صَعْصَعَةُ الْمَدِينَةَ لَمَّا سَمِعَ { مَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ } قَالَ حَسْبِي لَا أُبَالِ أَنْ لَا أَسْمَعَ غَيْرَ هَذَا

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan], telah menceritakan kepada kami [Jarir bin Hazim], ia berkata; Aku mendengar [Al Hasan] berkata; Ketika Pamannya Farazdaq yaitu [Sha’sha’ah] tiba di Madinah, ia mendengar; “Faman Ya’mal Mitsqaala Dzarratin Khairay Yarah Wa Man Ya’mal Mitsqaala Dzarratin Syarray Yarah (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula) QS Al Zalzalah; 7-8. Dia berkata; “cukuplah bagiku, aku tidak perduli akan mendengarkan yang lainnya.” (Hadits Ahmad Nomor 19685)

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (Surat Fatir Ayat 37)

Jadi menurut ayat tersebut bagi orang yang mendapatkan azab kelak di akhirat tidak mungkin bisa kembali lagi di dunia untuk merubah perbuatannya yang buruk. Dan merekapun kelak di akhirat akan hidup kekal dan tidak akan bisa meninggal seperti halnya di dunia. Allah Ta’ala berfirman,

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ. لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

“Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. Sesungguhnya Kami benar-benar telah memhawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.” (Surat Az-Zukhruf Ayat 77-78)

Jangankan meminta ampun kepada Allah untuk menghentikan siksanya, bahkan untuk meminta setetes airpun dia tidak mendapatkanya. Allah Ta’ala berfirman,

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ. الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (Surat Al-A’raf Ayat 50-51)

Segala kenikmatan dunia ini jangan membuat angan-angan kita lupa akan tugas utama, beribadah, jangan sampai kita menyesal karena tidak memanfaatkan hidup untuk beribadah.

Hidup itu seperti memasuki gua yang di dalamnya gelap dan keluar membawa sesuatu dari dalamnya. Yang membawa hasil banyak akan menyesal, yang sedikit, menyesal. Apalagi yang tidak membawa sama sekali. Pasti akan sangat menyesal, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ

“Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.” (Surat Al-Anbiya Ayat 94)

Oleh karenanya, tingkatkan amal ibadah baik yang sunnah ataupun yang wajib. Karena semakin banyak beribadah maka akan semakin banyak bekal yang akan didapat untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perbanyak beribadah dan beramal, sebab itulah bekal kita kelak di akhirat.

Semoga apa yang kita kaji dari keterangan di atas dapat memberikan manfaat, dan semoga kita dihindarkan dari golongan orang yang zalim, Amin ya Rabbal ‘alamin.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke