Beberapa Ajaran Pendiri Wahabi yang Diingkari dan Ditinggalkan Oleh Pengikutnya Sendiri

Tidak semua ajaran Wahabi bertentangan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Sunni). Terdapat beberapa ajaran yang sebetulnya sesuai dengan ajaran kaum Sunni, terutama yang berasal dari ulama pendirinya.

Namun sayangnya ajaran-ajaran asal dari para ulama pendiri seiring dengan waktu telah mengalami perubahan dan penyelewengan besar yang dilakukan oleh para penganutnya. Berikut ini akan dikutipkan beberapa ajaran asal dari ulama pendirinya namun telah mengalami penyelewengan dari para pengikutnya. Di antaranya kami kutip dari kumpulan surat-surat pribadi Muhammad bin Abdul Wahab dalam kita Majmu’ Muallafaat Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, jilid 3, yaitu;

Dalam sebuah surat beliau kepada penduduk Qashim, beliau paparkan aqidah beliau dengan jelas dan gamblang, ringkasannya sebagaimana berikut: “Saya bersaksi kepada Allah dan kepada para malaikat yang hadir di sampingku serta kepada anda semua:

Pertama. Muhammad bin Abdul Wahab Meyakini Syafaat Nabi.

Saya (Muhammad bin Abdul Wahab) beriman dengan syafa’at Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Dia adalah orang pertama sekali memberi syafa’at, orang yang mengingkari syafa’at adalah termasuk pelaku bid’ah dan sesat.

Namun pada akhirnya para pengikutnya mengingkari perkara ini dengan dalil firman Allah berikut,

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafa’at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (Surat Az-Zumar Ayat 44)

Sanggahan, padahal berdasarkan dalil yang kuat Nabi memiliki syafaat. Nabi Muhammad manusia mulia yang dapat memberikan syafaat,

أنا قائد المرسلين ولا فخر وأنا خاتم النبيين ولا فخر وأنا أول شافع وأول مشفع ولا فخر

“Saya adalah pemimpin para Rasul, dan tidak ada kesombongan, saya adalah penutup para Nabi dan tidak ada kesombongan, saya adalah orang pertama yang akan (diizini Allah) memberi syafa`at dan orang pertama yang diberi syafa`at dan tidak ada kesombongan”. (HR. Darimi Nomor 49)

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ وَأَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الْأَرْضُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

“Aku adalah pemimpin anak Adam, orang yang pertama kali keluar dari perut bumi (dibangkitkan) dan orang yang pertama kali memberi syafaat dan mendapat izin untuk memberikannya.” (HR. Abu Daud Nomor 4053)

Kedua. Muhammad bin Abdul Wahab Meyakini surga dan neraka tidak sirna

Saya (Muhammad bin Abdul Wahab) beriman dengan surga dan neraka, dan keduanya telah ada sekarang, serta keduanya tidak akan sirna.

Sanggahan, namun begitu mayoritas kalangan penganut faham Wahabi meyakini bahwa surga dan neraka akan sirna. Pengikut Wahabi mendasarkan keyakinan tersebut pada pendapat Ibn Taimiyah (Lihat Ibn al-Qayyim dalam Hadi al-Arwah Ila Bila al-Afrah, h. 579 dan h. 582). Dalam karyanya berjudul ar- Radd ’Ala Man Qala Bi Fana’ an- Nar, Ibn Taimiyah menuliskan sebagai berikut: ”Di dalam kitab al-Musnad karya ath-Thabarani disebutkan bahwa di bekas tempat neraka nanti akan tumbuh tumbuhan Jirjir. Dengan demikian maka pendapat bahwa neraka akan punah dikuatkan dengan dalil dari al-Qur’an, Sunnah, dan perkataan para sahabat. Sementara mereka yang mengatakan bahwa neraka kekal tanpa penghabisan tidak memiliki dalil baik dari al-Qur’an maupun Sunnah” (Ar-Radd ‘Ala Man Qala Bi Fana’ an-Nar, h. 67).

Pernyataan Ibn Taimiyah ini jelas merupakan dusta besar terhadap para ulama Salaf dan terhadap al-Imam ath- Thabarani. Anda jangan tertipu, karena pendapat itu adalah ”akal-akalan” belaka.

Para pengikut Wahabi mengingkari dalil-dalil yang mengatakan bahwa surga dan neraka kekal. Di antaranya adalah firman Allah

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.” (Surat At-Taubah Ayat 68)

Rasulullah juga bersabda:

 ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻳﻘﺎﻝ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ: ﻳﺎ ﺧﻠﻮﺩ ﻻ ﻣﻮﺕ، ﻭﻷﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ: ﺧﻠﻮﺩ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻻ ﻣﻮﺕ

“Dikatakan kepada penduduk surga: ”Wahai penduduk surga kalian kekal tidak akan pernah mati”. Dan dikatakan bagi penduduk neraka: ”Wahai penduduk neraka kalian kekal tidak akan pernah mati”. (HR. al-Bukhari)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke