Bersabar dan Tidak Panik dalam Menghadapi Merebaknya Wabah Penyakit.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk bersabar ketika menghadapi wabah penyakit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي الطَّاعُونِ الْفَارُّ مِنْهُ كَالْفَارِّ يَوْمَ الزَّحْفِ وَمَنْ صَبَرَ فِيهِ كَانَ لَهُ أَجْرُ شَهِيدٍ

“saya telah mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda tentang masalah penyakit Thaun (lepra), “Orang yang lari daripadanya sebagaimana orang yang lari dari peperangan, dan siapa yang bersabar terhadapnya dia mendapatkan pahala syahid”. (Riwayat Ahmad Nomor 14266)

Sabar dan tidak cepat panik menjadi solusi yang disarankan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menghadapi pandemi. Bersabar dan meyakini bahwa musibah pandemi merebaknya virus tidak akan terjadi kecuali atas takdir yang Allah tetapkan. Jangan panik, sebab tidak ada satu penyakit yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Taala itu tidak beserta obatnya.

Wabah penyakit menular hanya ujian, teguran, sekaligus rahmat dari Allah Subhanahu Wa Taala agar manusia tetap mengingat kekuasan-Nya dan menjadi lantaran seorang hamba lebih mendekatkan diri kepada Allah sebagai tuhannya. Berprasangka baiklah bahwa dengan setiap kejadian yang ada pasti terkandung hikmah kebaikan bagi umat manusia.

Disamping itu menurut Bapak kedoketeran modern, Ibnu Sina mengatakan;

“Kepanikan itu adalah separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan”

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke