Dalil Tentang Barangsiapa Menutup Aib Seorang Muslim, Maka Allah Akan Menutup Aibnya Pada Hari Kiamat

Islam diturunkan untuk mengatur kehidupan manusia agar lebih mulia dan bermartabat. Kemuliaan seseorang juga disebabkan karena mau memuliakan orang lain, terutama teman, sahabat, dan orang-orang terdekatnya. Esensi memuliakan orang lain di antaranya memenuhi hak-hak sosial mereka, sebab ada hak orang lain ada dalam diri kita. Di antara cara memuliakan orang lain sesuai tuntunan sunnah adalah menutup aib seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi dan tidak menganiyanya. Barangsiapa yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim maka Allah akan menghilangkan kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (Hadits Tirmidzi Nomor 1346)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barang Siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib orang tersebut di dunia dan akhirat.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 2534)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Dihimpun oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke