Dalil Tentang Kesunnahan Membaca Shalawat Saat Shalat Id”

Sungguh kita tergolong hamba yang sombong dan menyia-nyiakan kesempatan bila tidak memberikan penghormatan dengan membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Tuhan semesta dan makhluk-makhluk penghuni langit seperti malaikat saja bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bershalawatlah pada setiap kesempatan, di manapun tempatnya dan kapanpun waktunya. Umat Islam diperintahkan banyak membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam untuknya.” (QS. Al- Ahzab: 56).

Semakin banyak shalawat dibacakan, maka akan semakin banyak kita mendapatkan manfaatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أولَى الناسِ بِيْ يوم القيامة أكثرُهم عليَّ صلاةً

“Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi)

Selain waktu mutlak yang telah disebutkan di atas, setidaknya terdapat beberapa tempat atau waktu muqayyad yang dikerjakan pada kesempatan khusus, baik dikerjakan pada waktu tertentu atau ketika melakukan amal tertentu disunnahkan membaca shalawat berdasarkan sunnah. Di antaranya; Ketika selesai membaca doa tasyahud awal, Ketika selesai membaca doa tasyahud akhir, Ketika selesai adzan, Ketika hari Jum’at, Ketika khutbah Jum’at, Setiap pagi, Setiap sore, Ketika di Majlis, Ketika meninggalkan majlis, Ketika masuk dan keluar dari masjid, Ketika menyebut Nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ketika berdoa, Takbir kedua ketika shalat jenazah, Ketika berada di Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ketika setelah usai membaca qunut, Ketika shalat Id, dan Ketika shalat istisqa’.

Berikut salah satu dalil waktu dan tempat disunnahkan untuk membaca shalawat kepada Nabi, yaitu;

Disyariatkan membaca shalawat pada setiap melantunkan takbir shalat , berdasarkan riwayat dari Alqamah radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

أن ابن مسعود وأبا موسى وحذيفة خرج عليهم الوليد بن عقبة قبل العيد يوما فقال لهم إن هذا العيد قد دنا فكيف التكبير فيه قال عبد الله تبدأ فتكبر تكبيرة تفتتح بها الصلاة وتحمد ربك وتصلي على النبي ثم تدعو وتكبر وتفعل مثل ذلك….

“Beberapa sahabat, diantaranya Ibnu Mas’ud, Abu Musa Al-Asy’ari, dan Hudzaifah didatangi oleh Al-Wald bin Uqbah (penguasa setempat ketika itu) sehari sebelum shalat hari raya. Al-Walid bertanya, “Hari id sudah dekat, bagaimana cara takbir di dalamnya.” Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Anda awali dengan takbiratul ihram sebagai pembuka shalat, anda puji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian berdoa. Lalu bertakbir lagi, dan anda lakukan seperti di atas…” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf)

Baca juga; Waktu dan Tempat yang Disunnahkan untuk Membaca Dzikir Shalawat

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke