Dalil Tentang Seorang Muslim Adalah Saudara Bagi Muslim Lainnya

Agar Islam menjadi tempat berlindung bagi umatnya, tiada lain sesama umat Islam harus saling membantu dan tidak boleh saling menjatuhkan. Sehingga musuh yang benci dengan Islam tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk merendahkan martabat agama Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ

“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya kepada musuh, barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.” (Hadits Bukhari Nomor 6437)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi dan tidak menganiyanya. Barangsiapa yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim maka Allah akan menghilangkan kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (Hadits Tirmidzi Nomor 1346)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أبْنِ عُمَرَ رَضِى الله عَنْه قَالَ: قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ لا يَضْلِمُهُ ولايخذله وَلا يُسْلِمُهُ

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menykitinya.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, cintailah saudara seimanmu, cintailah tetangga seimanmu, cintailah pemimpin-pemimpin seimanmu, cintailah ulama-ulamamu, cintailah guru, ustadz, habaib, ajengan, tuan guru, orang-orang shalih, dan cintailah kiyai-kiyaimu. Cintailah mereka kaum muslimin sebagai wujud kecintaanmu kepada Allah dan RasulNya.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Dihimpun oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke