Hukum Meminum Obat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ دَاءٍ إِلَّا أَنْزَلَ مَعَهُ شِفَاءً وَقَالَ عَفَّانُ مَرَّةً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“Tidaklah Allah ‘azza wajalla menurunkan penyakit melainkan Dia menurunkan obatnya.” Sekali waktu ‘Affan menyebutkan, “Melainkan Dia menurunkan obat untuknya, ia diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang jahil akan hal itu.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 4106)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 5246)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا قَدْ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia telah menurunkan pula obatnya, diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang jahil akan hal itu.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 3397)

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

عَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا بِهِ جُرْحٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُوا لَهُ طَبِيبَ بَنِي فُلَانٍ قَالَ فَدَعَوْهُ فَجَاءَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَيُغْنِي الدَّوَاءُ شَيْئًا فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَهَلْ أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ دَاءٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا جَعَلَ لَهُ شِفَاءً

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam menjenguk seseorang yang terluka kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Panggilkan tabib Bani Fulan.” Kemudian mereka memanggilnya, si tabib pun datang, mereka berkata; Wahai Rasulullah! Apa obat itu berguna? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Subhanallah! Tidaklah Allah menurunkan penyakit ke bumi melainkan membuatkan obat untuknya.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 22074)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً فَعَلَيْكُمْ بِأَلْبَانِ الْبَقَرِ فَإِنَّهَا تَرُمُّ مِنْ كُلِّ الشَّجَرِ

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla belum pernah menurunkan penyakit, kecuali juga menurunkan obatnya. Karena itu, hendaklah kalian meminum susu Sapi, sebab ia makan dari beragam jenis dedaunan.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 18077)

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

رَجُلٌ مِنْ قَوْمِهِ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَتَدَاوَى قَالَ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

bahwa seorang laki-laki dari kaumnya berkata; Seorang A’rabi datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling baik?” Beliau menjawab: “Yaitu, yang paling baik akhlaknya diantara mereka.” kemudian ia bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, haruskah kami berobat?” beliau menjawab: “Berobatlah kalian, karena Allah tidak pernah menurunkan penyakit, melainkan Allah juga menurunkan obatnya, orang yang mengetahuinya akan tahu dan orang yang tidak mengetahuinya bakalan tidak tahu.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 17728)

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ عِنْدَهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِهِمْ الطَّيْرُ قَالَ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ وَقَعَدْتُ قَالَ فَجَاءَتْ الْأَعْرَابُ فَسَأَلُوهُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَتَدَاوَى قَالَ نَعَمْ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ قَالَ وَكَانَ أُسَامَةُ حِينَ كَبِرَ يَقُولُ هَلْ تَرَوْنَ لِي مِنْ دَوَاءٍ الْآنَ قَالَ وَسَأَلُوهُ عَنْ أَشْيَاءَ هَلْ عَلَيْنَا حَرَجٌ فِي كَذَا وَكَذَا قَالَ عِبَادَ اللَّهِ وَضَعَ اللَّهُ الْحَرَجَ إِلَّا امْرَأً اقْتَضَى امْرَأً مُسْلِمًا ظُلْمًا فَذَلِكَ حَرَجٌ وَهُلْكٌ قَالُوا مَا خَيْرُ مَا أُعْطِيَ النَّاسُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ خُلُقٌ حَسَنٌ

“Saya mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sementara para sahabatnya berada di sisi beliau, sepertinya di atas kepala-kepala mereka terdapat burung. Kemudian saya mengucapkan salam atasnya dan duduk. Setelah itu, datanglah orang-orang A’rab dan bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, haruskah kami berobat?” beliau menjawab, “Ya, karena Allah tidak pernah menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya, kecuali untuk satu penyakit, yaitu kepikunan.” Dan Usamah, ketika usianya telah lanjut ia berkata, “Apakah sekarang kalian mendapati obat untukku?” kemudian orang-orang pun bertanya kepada beliau mengenai berbagai hal, “Apakah kami berdosa jika berobat dengan ini dan itu?” maka beliau pun menjawab: “Wahai para hamba Allah, sesungguhnya Allah telah menghilangkan dosa, kecuali seorang yang menuntut seorang muslim dengan zhalim, itulah dosa dan kehancuran.” Mereka bertanya lagi, “Sesuatu apakah yang paling baik yang diberikan kepada manusia?” beliau menjawab: “Yaitu akhlak yang baik.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 17726)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا وَقَدْ أَنْزَلَ مَعَهُ دَوَاءً جَهِلَهُ مِنْكُمْ مَنْ جَهِلَهُ وَعَلِمَهُ مِنْكُمْ مَنْ عَلِمَهُ

“Tidaklah Allah ‘azza wajalla menurunkan penyakit melainkan Dia telah menurunkan pula obatnya, tidak diketahui oleh orang yang jahil dari kalian dan diketahui oleh orang yang mengetahui hal itu dari kalian.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 4046)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya, diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang jahil akan hal itu.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 4015)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali menurunkan obat baginya.” (Hadits Riwayat Ibnu Majah Nomor 3430)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ دَوَاءً

“Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali Allah juga akan menurunkan baginya obat.” (Hadits Riwayat Ibnu Majah Nomor 3429)

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِهِمْ الطَّيْرُ فَسَلَّمْتُ ثُمَّ قَعَدْتُ فَجَاءَ الْأَعْرَابُ مِنْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَتَدَاوَى فَقَالَ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ

“Aku pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, dan seolah-olah di atas kepala mereka terdapat burung. Aku kemudian mengucapkan salam dan duduk, lalu ada seorang Arab badui datang dari arah ini dan ini, mereka lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah boleh kami berobat?” Beliau menjawab: “Berobatlah, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak menciptakan penyakit melainkan menciptakan juga obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu pikun.” (Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 3357)

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

قَالَتْ الْأَعْرَابُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَتَدَاوَى قَالَ نَعَمْ يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً أَوْ قَالَ دَوَاءً إِلَّا دَاءً وَاحِدًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُوَ قَالَ الْهَرَمُ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي خُزَامَةَ عَنْ أَبِيهِ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

“Para orang Arab baduwi berkata, “Wahai Rasulullah, Tidakkah kami ini harus berobat (jika sakit)?” Beliau menjawab: “Iya wahai sekalian hamba Allah, Berobatlah sesungguhnya Allah tidak menciptakan suatu penyakit melainkan menciptakan juga obat untuknya kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya, “Penyakit apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu penyakit tua (pikun).” Abu Isa berkata; Hadits semakna diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, Abu Hurairah, Abu Khuzaimah dari bapaknya dan Ibnu Abbas. Dan ini merupakan hadits hasan shahih.” (Hadits Riwayat Tirmidzi Nomor 1961)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ دَوَاءً عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“Allah Azza wa Jalla tidak menurunkan penyakit melainkan Dia turunkan pula penawarnya, yang diketahui maupun yang tidak.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 3727)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Tema Artikel yang Senada:

Allah Telah Menghilangkan Dosa Kecuali Seorang yang Menuntut Orang Lain dengan Dzhalim.

Tidaklah Allah Menurunkan Penyakit ke Bumi Melainkan Membuatkan Obat Untuknya.

Tidaklah Allah Menurunkan Penyakit Melainkan Dia Juga Menurunkan Penawarnya.

Tidaklah Allah Menurunkan Penyakit Melainkan Dia Juga Menurunkan Obatnya

Allah Belum Pernah Menurunkan Penyakit, Kecuali Juga Menurunkan Obatnya.

Allah Tidak Akan Menurunkan Penyakit Melainkan Menurunkan Obatnya Juga.

Yang Paling Berhak Diberikan Kepada Orang Lain Adalah Akhlaq yang Baik.

Manusia yang Paling Baik Adalah yang Paling Baik Akhlaknya.

Hukum Meminta Bantuan Pengobatan Kepada Selain Allah.

Hukum Meminta Bantuan Pengobatan Kepada Manusia.

Tidak Ada Obat untuk Kepikunan dan Kematian.

Obat Hanya Akan Ditemukan Oleh Ahlinya.

Setiap Penyakit Pasti Ada Obatnya.

Anjuran Meminum Susu Sapi.

Hukum Meminum Obat.

Hukum Berobat.

Bagikan Artikel Ini Ke