Keutamaan Menjalin Silaturrahim

Menyambung tali silaturrahim adalah salah satu perbuatan baik dan mulia serta kewajiban dalam agama. Banyak terdapat ayat Al-Qur’an dan Hadits yang memerintahkan kita untuk menyambung tali silaturrahim. Namun, sebagian orang telah salah paham dalam memaknai silaturrahim sehingga kesalah-pahaman tersebut memicu pertentangan dalam beragama antara sesama muslim. Semoga Allah memberi hidayah. Amin.

Silaturrahim atau silaturrahmi? Silaturrahim berasal dari dua kata MENYAMBUNG dan KANDUNGAN bermakna menyambung persaudaraan. Silaturrahim berasal dari dua kata MENYAMBUNG dan KASIH SAYANG bermakna menyambung kasih sayang. Kedua-duanya memiliki maksud menjalin hubungan yang baik kepada saudara sedarah maupun saudara seagama.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyunnahkan membangun tiga jenis persaudaraan; Saudara Sedarah, seagama, dan sebangsa (sesama manusia). Jika kita hanya membangun peasaudaraan sedarah maka akan menjadi rasis, jika kita hanya membangun peasaudaraan seagama maka kita akan menjadi teroris, namun bila kita menjalin hubungan yang baik antar manusia maka kita diliputi kemuliaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” (Surat Ali ‘Imran[3] Ayat 112)

Diantara keutamaan menyambung silaturrahim adalah diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [‘Uqail] dari [Ibnu Syihab] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Anas bin Malik] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi.” (HR. Bukhari No. 5527)

Dan ia juga merupakan salah satu sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah No. 3242)

Baca Selengkapnya; Perintah dan Keutamaan Menjalin Silaturrahim

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke