Maimunah Adalah Bibi Nabi dan Juga Bibi Ibnu Abbas.

Daftar Isi

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

أَخْبَرَهُ أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ الَّذِي يُقَالُ لَهُ سَيْفُ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا قَدْ قَدِمَتْ بِهِ أُخْتُهَا حُفَيْدَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ مِنْ نَجْدٍ فَقَدَّمَتْ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ قَلَّمَا يُقَدِّمُ يَدَهُ لِطَعَامٍ حَتَّى يُحَدَّثَ بِهِ وَيُسَمَّى لَهُ فَأَهْوَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ إِلَى الضَّبِّ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ النِّسْوَةِ الْحُضُورِ أَخْبِرْنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَدَّمْتُنَّ لَهُ هُوَ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ عَنْ الضَّبِّ فَقَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ أَحَرَامٌ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ خَالِدٌ فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيَّ

“telah mengabarkan kepadanya bahwa Khalid bin Al Khalid(7) yang juga dijuluki sebagai Saifullah telah mengabarkan kepadanya; Bahwa ia dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menemui bibinya yaitu Maimunah yang juga bibi daripada Ibnu Abbas. kemudian ia mendapati biawak yang telah terpanggang yang dibawa oleh saudara bibinya yakni, Hudzaifah bintu Al Harits dari Najed. Maka Maimunah pun menyuguhkan Biawak itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jarang sekali beliau memajukan tangannya untuk mengambil makanan hingga beliau dipersilahkan bahwa makanan itu untuk beliau. Saat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggerakkan tangannya ke arah biawak, lalu seorang wanita yang hadir di situ berkata dan memberitahukan kepada beliau tentang makanan yang telah disuguhkan, “Itu adalah Biawak ya Rasulullah?” Maka seketika itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam segera menarik tangannya kembali dari daging Biawak sehingga Khalid bin Al Walid pun bertanya, “Apakah daging Biawak itu haram ya Rasulullah?” beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi daging itu tidak terdapat di negeri kaumku, karena itu aku tidak memakannya.” Khalid berkata, “Lalu aku pun menarik dan memakannya. Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ke arahku.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 4972)

Tema Artikel yang Senada:

Maimunah Adalah Bibi Nabi dan Juga Bibi Ibnu Abbas.

Kisah Nabi Disuguhi Daging Biawak Gurun Panggang Oleh Hudzaifah bintu Al Harits dari Najed Saudara Maimunah.

Hukum Menjulurkan Tangan Untuk Mengambil Makanan.

Kisah Khalid bin Al Walid Bertanya Hukum Makan daging Biawak Gurun Kepada Nabi.

Hukum Menolak Makanan Karena Tidak Terbiasa.

Hukum Biawak Gurun Tidak Haram.

Hukum Biawak Gurun dalam Islam.

Menghukumi Sebuah Makanan dalam Islam Juga Berdasarkan Kebiasaan Penduduk Setempat.

Hukum Membuang Muka dalam Islam.

Memutuskan Hukum dalam Islam Juga Mempertimbangkan Adat Kebiasaan Penduduk Setempat.

Memutuskan Hukum dalam Islam Juga Mempertimbangkan Keumuman yang Berlaku di Suatu Tempat.

Tidak Masalah Umat Islam Menolak Sesuatu Dimana Syariat Islam Sendiri Sebetulnya Membolehkan.

Membuat Hukum Untuk Dirinya Sendiri Walaupun Tidak Sama dengan Hukum Syariat tidak Masalah dalam Islam+

Adat, Budaya, dan Kebiasaan dalam Situasi Tertentu Terkadang Mempengaruhi Hukum dalam Islam+

Melakukan Perbuatan Berdasarkan Adat Kebiasaan dalam Islam Juga Dibenarkan+

Seorang Muslim Melakukan Perbuatan Walaupun Tidak Berdasarkan Syariat Islam Juga Dibenarkan.

Dalil Nabi Melakukan Sebuah Perbuatan Juga Berdasarkan Selera Pribadi Bukan Berdasarkan Syariat Islam.

Semua Perbuatan Seorang Muslim Tidak Harus Didasarkan Atas Syariat Islam.

Melakukan Perbuatan Berdasarkan Adat Kebiasaan Sebuah Kaum dalam Islam Juga Dibenarkan.

Melakukan Perbuatan Berdasarkan Adat Kebiasaan Nenek Moyang Sebuah Kaum dalam Islam Juga Dibenarkan.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke