Orang Munafik Masuk Neraka dan Kekal di dalamnya.

Walau kita selalu berharap dapat tinggal di dunia dalam jangka waktu yang lama. Ternyata dunia hanya persinggahan belaka, ada yang singgah sebentar, juga ada yang singgah lama. Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

نَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حَصِيرٍ فَقَامَ وَقَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْنَا لَكَ وِطَاءً فَقَالَ مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam tidur diatas tikar lalu beliau bangun, tikar itu membekas di lambung beliau, kami berkata: Andai kami membuatkan hamparan lunak untuk anda. Beliau bersabda: “Apa urusanku dengan dunia, aku di dunia tidak lain seperti pengendara yang bernaung di bawah pohon setelah itu pergi dan meninggalkannya.” (Hadits Tirmidzi Nomor 2299)

Masing-masing dari kita tidak ada yang tahu pasti apakah kita tergolong yang singgah dalam jangka waktu yang lama atau tergolong singgah dalam jangka waktu yang singkat. Namun sayangnya kabanyakan dari kita silau dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah permainan belaka dan hanyalah kesenangan yang menipu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Surat Al-Hadid Ayat 20)

Kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan yang kekal adalah kehidupan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (Surat Al-Mu’min Ayat 39)

Dalam waktu yang singkat hidup di dunia setiap manusia yang berakal akan diuji apakah dia termasuk manusia yang selamat dan dimasukkan ke surga atau termasuk manusia yang celaka dan dimasukkan ke neraka jahannam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Surat Ta Ha Ayat 131)

Itulah alasan kenapa kita harus memanfaatkan waktu secara optimal agar memiliki cukup bekal untuk hidup di surga atas ridha dan rahmat Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara.” Ibnu Umar juga berkata; ‘Bila kamu berada di sore hari, maka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagi, dan bila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.’ (Hadits Bukhari Nomor 5937)

Bagi yang dimasukkan ke surga sudah jelas janji Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada mereka adalah kenikmatan di dalamnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,” (Surat Luqman Ayat 8)

Sedangkan bagi mereka yang dimasukkan neraka akan mendapatkan siksa di dalamnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (Surat An-Nisa’ Ayat 14)

Sedangkan siksa yang telah disediakan bagi mereka yang celaka ada dua, yakni siksa yang sifatnya sementara dan juga ada siksa yang sifatnya kekal selamanya.

Di antara mereka yang dikategorikan sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam untuk waktu yang kekal selamanya adalah orang munafik.

Manusia bermuka dua itu disebut munafik, di depan terlihat baik namun mereka buruk manakala berada di belakang. Itulah golongan yang sangat berbahaya melebihi orang-orang kafir sekalipun. Mereka terlihat baik di depan, namun mampu menghancurkan kita dari belakang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan orang-orang munafik sebagai manusia suka berdusta bila berkata, ingkar ketika berjanji dan berkhianat ketika dipercaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu; jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.” (Hadits Bukhari Nomor 5630)

Sulit mendeteksi orang-orang seperti ini sebab mereka bersikap dan berbicara lain di mulut dan lain di hati. Karena begitu bahaya dan begitu besar kerusakan yang ditimbulkan oleh sifat-sifat munafik ini sehingga oleh Allah mereka akan dimasukkan ke dalam neraka dan mereka kekal di dalamnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.” (Surat At-Taubah Ayat 68)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke