Pengertian Wali Nikah.

Wali menurut bahasa berasal dari kata wala’ (Arab) yang berarti yang menguasainya, membantu, atau menolongnya. Sedangkan menurut pengertian fikih wali nikah adalah seorang yang memiliki hak atau kuasa untuk melaksanakan akad pernikahan atau menikahkan seorang perempuan lajang dengan seorang pria lain yang bukan mahramnya. Hak mutlak seorang wali tersebut dapat hilang disebabkan sebuah kondisi dimana wali tidak memenuhi syarat-syarat wali nikah.

Dengan demikian, wali adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab atas keadaan atau kondisi seorang perempuan lajang atas dasar pertalian nasab. Salah satu tanggung jawab wali nasab ini terkait dengan pernikahan perempuan lajang tersebut, di mana keberadaan wali merupakan satu dari lima rukun nikah yang wajib terpenuhi.

Mustafa al-Khin As-Syafi’i dan Musthafa al-Bugha As-Syafi’i dalam Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz IV, hal. 60, mendefinisikan wali pernikahan dengan pernyataan:

الولاية في اللغة: تأتي بمعنى المحبة والنصرة. …والولاية في الشرع: هي تنفيذ القول على الغير، والإشراف على شؤونه

Artinya; “Perwalian secara bahasa bermakna cinta atau pertolongan perwalian secara syariat ialah menyerahkan perkataan pada orang lain dan pengawasan atas keadaannya”

Baca selengkapnya; Ketentuan Wali dalam Nikah.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke