Penjelasan Hadits Riwayat Ahmad Nomor 2587.

Daftar Isi

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ بَعْضِ نِسَائِهِ إِذْ وَضَعَ رَأْسَهُ فَنَامَ فَضَحِكَ فِي مَنَامِهِ فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ قَالَتْ لَهُ امْرَأَةٌ مِنْ نِسَائِهِ لَقَدْ ضَحِكْتَ فِي مَنَامِكَ فَمَا أَضْحَكَكَ قَالَ أَعْجَبُ مِنْ نَاسٍ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ هَذَا الْبَحْرَ هَوْلَ الْعَدُوِّ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَذَكَرَ لَهُمْ خَيْرًا كَثِيرًا

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang di rumah salah seorang istrinya, beliau meletakkan kepalanya lalu tidur, kemudian beliau tertawa di dalam tidurnya. Ketika beliau bangun, salah seorang istrinya bertanya kepada beliau; “Engkau tertawa dalam tidurmu, apa yang membuatmu tertawa?” Beliau menjawab: “Aku kagum kepada orang-orang dari umatku, mereka mengarungi lautan ini untuk menyongsong musuh dalam rangka berjihad fi sabilillah.” Lalu beliau menyebutkan banyak kebaikan pada mereka.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 2587)

Tema Artikel yang Senada:

Kisah Nabi Mendatangi Rumah Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berkhulwat dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berduaan dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Ummu Haram binti Milhan Memberi Makan Nabi Saat Berkunjung di Rumahnya.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Istri ‘Ubadah bin ash-Shomit.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Saudara Ummu Sulaim Ibu Anas bin Malik.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Bibi Anas bin Malik.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Bermimpi Umatnya yang Berjihad Mengarungi Lautan Bak Raja di Atas Singgasana.

Kisah Ummu Haram Meminta Doa Agar Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Terkabulnya Doa Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Mendoakan Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Meletakkan Kepalanya di Pangkuan Ummu Haram Untuk Tidur.

Kisah Nabi Tertawa Bangun dari Tidur.

Kisah Mimpi Nabi yang Diperlihatkan Umatnya Sebagai Pasukan Perang di Jalan Allah.

Kisah Nabi Mengatakan Ummu Haram Akan Menjadi Orang yang Pertama Kali Berjuang di Lautan.

Kisah Ummu Haram Mengarungi Lautan yang Meninggal Sebagai Syahidah.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Lain.

Hukum Berduaan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Lain.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercanda dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Lain.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Lain.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Lain.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyepi dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersalaman dengan Orang Lain yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menumpang Tidur di Rumah Orang Lain.

Hukum Menumpang Istirahat di Rumah Orang Lain.

Hukum Laki-laki Masuk ke Rumah Perempuan Lain yang Sedang Tidak Ada Suaminya.

Kronoigis Meninggalnya Ummu Haram Karena Terjatuh Dari Hewan Tunggangannya Hingga Lehernya Patah.

Hadits Ini Bertentangan dengan Makna Hadits Ahmad 2580 yang Disebutkan Sudah Menikah dengan Ubadah+

Redaksi Hadits Utuh:

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 2587.

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ ثَابِتٍ الْعَبْدِيُّ عَنْ جَبَلَةَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ بَعْضِ نِسَائِهِ إِذْ وَضَعَ رَأْسَهُ فَنَامَ فَضَحِكَ فِي مَنَامِهِ فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ قَالَتْ لَهُ امْرَأَةٌ مِنْ نِسَائِهِ لَقَدْ ضَحِكْتَ فِي مَنَامِكَ فَمَا أَضْحَكَكَ قَالَ أَعْجَبُ مِنْ نَاسٍ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ هَذَا الْبَحْرَ هَوْلَ الْعَدُوِّ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَذَكَرَ لَهُمْ خَيْرًا كَثِيرًا

Telah menceritakan kepada kami Ishaq(1) telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Tsabit Al ‘Abdi(2) dari Jabalah bin ‘Athiyyah(3) dari Ishaq bin Abdullah bin Al Harits(4) dari Ibnu Abbas(5), ia berkata; Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang di rumah salah seorang istrinya, beliau meletakkan kepalanya lalu tidur, kemudian beliau tertawa di dalam tidurnya. Ketika beliau bangun, salah seorang istrinya bertanya kepada beliau; “Engkau tertawa dalam tidurmu, apa yang membuatmu tertawa?” Beliau menjawab: “Aku kagum kepada orang-orang dari umatku, mereka mengarungi lautan ini untuk menyongsong musuh dalam rangka berjihad fi sabilillah.” Lalu beliau menyebutkan banyak kebaikan pada mereka.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 2587)

Hadits-hadits Semakna:

Hadits Riwayat Ibnu Majah Nomor 2766

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 25790

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 26110

Perawi:

(1) Ishaq bin ‘Isa vbin Najih, Al Baghdadiy, Abu Ya’qub, Abu Ath Thabaa’, Tabi’ut Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 215 H, hidup di Adzanah, wafat di Adzanah.

(2) Muhammad bin Tasbit , Al ‘Abdiy, Abu ‘Abdullah , Tabi’in kalangan tua, hidup di Bashrah.

(3) Jabalah bin ‘Athiyah, Tabi’in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Syam.

(4) Ishaq bin ‘Abdullah bin Al Harits bin Nawfal , Al Hasyimiy An Nawfaliy, Abu Ya’qub, Tabi’in kalangan pertengahan, hidup di Madinah.

(5) Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim, Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al ‘Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha’if.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Dihimpun oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke