Penjelasan Hadits Riwayat Ahmad Nomor 26110.

Daftar Isi

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَامَ أَوْ قَالَ فِي بَيْتِهَا فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يُضْحِكُكَ فَقَالَ عُرِضَ عَلَيَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ ظَهْرَ هَذَا الْبَحْرِ الْأَخْضَرِ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ إِنَّكِ مِنْهُمْ ثُمَّ نَامَ فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَضْحَكَكَ قَالَ عُرِضَ عَلَيَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ ظَهْرَ هَذَا الْبَحْرِ الْأَخْضَرِ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْ الْأَوَّلِينَ قَالَ فَتَزَوَّجَهَا عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ فَأَخْرَجَهَا مَعَهُ فَلَمَّا جَازَ الْبَحْرَ بِهَا رَكِبَتْ دَابَّةً فَصَرَعَتْهَا فَقَتَلَتْهَا حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ حَرَامٍ بِنْتُ مِلْحَانَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي بَيْتِهَا يَوْمًا فَاسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

“bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidur -atau dia menyebutkan- tidur siang di rumahnya, tiba-tiba beliau bangun dan tertawa, Maka aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan tuan tertawa?” Beliau bersabda: “Ditampakkan kepadaku sekelompok manusia dari ummatku, mereka berlayar di laut hijau ini seperti para raja di atas singgasana.” Ummu Haram lalu berkata, “Aku berkata, “Wahai Rasulullah, do’akanlah agar aku menjadi bagian dari mereka.” Beliau pun bersabda: “Sesungguhnya kamu termasuk dari mereka.” Kemudian Beliau tertidur kembali dan bangun dengan tertawa, maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan tuan tertawa?” Beliau menjawab: “Ditampakkan kepadaku sekelompok manusia dari ummatku, mereka berlayar di laut hijau ini seperti raja-raja di atas singgasana.” Ummu Haram berkata, “Kemudian aku berkata, “Wahai Rasulullah, do’akanlah agar aku menjadi bagian dari mereka.” Beliau pun bersabda: “Kamu adalah termasuk yang pertama-tama.” Anas berkata, “Kemudian Ummu Haram menikah dengan Ubadah bin Shamit dan ikut berperang bersamanya, tatkala dia menyeberangi lautan, dia menaiki seekor bighal dan terjatuh hingga ia pun gugur.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 26110)

Tema Artikel yang Senada:

Kisah Nabi Mendatangi Rumah Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berkhulwat dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berduaan dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Ummu Haram binti Milhan Memberi Makan Nabi Saat Berkunjung di Rumahnya.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Istri ‘Ubadah bin ash-Shomit.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Saudara Ummu Sulaim Ibu Anas bin Malik.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Bibi Anas bin Malik.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Bermimpi Umatnya yang Berjihad Mengarungi Lautan Bak Raja di Atas Singgasana.

Kisah Ummu Haram Meminta Doa Agar Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Terkabulnya Doa Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Mendoakan Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Meletakkan Kepalanya di Pangkuan Ummu Haram Untuk Tidur.

Kisah Nabi Tertawa Bangun dari Tidur.

Kisah Mimpi Nabi yang Diperlihatkan Umatnya Sebagai Pasukan Perang di Jalan Allah.

Kisah Nabi Mengatakan Ummu Haram Akan Menjadi Orang yang Pertama Kali Berjuang di Lautan.

Kisah Ummu Haram Mengarungi Lautan yang Meninggal Sebagai Syahidah.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Lain.

Hukum Berduaan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Lain.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercanda dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Lain.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Lain.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Lain.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyepi dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersalaman dengan Orang Lain yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menumpang Tidur di Rumah Orang Lain.

Hukum Menumpang Istirahat di Rumah Orang Lain.

Hukum Laki-laki Masuk ke Rumah Perempuan Lain yang Sedang Tidak Ada Suaminya.

Kronoigis Meninggalnya Ummu Haram Karena Terjatuh Dari Hewan Tunggangannya Hingga Meninggal.

Hadits Ini Bertentangan dengan Makna Hadits Ahmad 2587 yang Menyebutkan Nabi Mengunjungi Istrinya+

Hadits Ini Bertentangan dengan Makna Hadits Ahmad 2580 yang Disebutkan Sudah Menikah dengan Ubadah+

Redaksi Hadits Utuh:

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 26110.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ أُمِّ حَرَامٍ بِنْتِ مِلْحَانَ وَهِيَ خَالَتُهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَامَ أَوْ قَالَ فِي بَيْتِهَا فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يُضْحِكُكَ فَقَالَ عُرِضَ عَلَيَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ ظَهْرَ هَذَا الْبَحْرِ الْأَخْضَرِ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ إِنَّكِ مِنْهُمْ ثُمَّ نَامَ فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَضْحَكَكَ قَالَ عُرِضَ عَلَيَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ ظَهْرَ هَذَا الْبَحْرِ الْأَخْضَرِ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْ الْأَوَّلِينَ قَالَ فَتَزَوَّجَهَا عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ فَأَخْرَجَهَا مَعَهُ فَلَمَّا جَازَ الْبَحْرَ بِهَا رَكِبَتْ دَابَّةً فَصَرَعَتْهَا فَقَتَلَتْهَا حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ حَرَامٍ بِنْتُ مِلْحَانَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي بَيْتِهَا يَوْمًا فَاسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

“Telah menceritakan kepada kami Abdus Shamad(1) berkata, telah menceritakan kepadaku ayahku(2) berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id(3) berkata, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Yahya bin Habban(4) berkata, telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik(5) dari Ummu Haram binti Milhan(6) dan dia adalah bibinya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidur -atau dia menyebutkan- tidur siang di rumahnya, tiba-tiba beliau bangun dan tertawa, Maka aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan tuan tertawa?” Beliau bersabda: “Ditampakkan kepadaku sekelompok manusia dari ummatku, mereka berlayar di laut hijau ini seperti para raja di atas singgasana.” Ummu Haram lalu berkata, “Aku berkata, “Wahai Rasulullah, do’akanlah agar aku menjadi bagian dari mereka.” Beliau pun bersabda: “Sesungguhnya kamu termasuk dari mereka.” Kemudian Beliau tertidur kembali dan bangun dengan tertawa, maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan tuan tertawa?” Beliau menjawab: “Ditampakkan kepadaku sekelompok manusia dari ummatku, mereka berlayar di laut hijau ini seperti raja-raja di atas singgasana.” Ummu Haram berkata, “Kemudian aku berkata, “Wahai Rasulullah, do’akanlah agar aku menjadi bagian dari mereka.” Beliau pun bersabda: “Kamu adalah termasuk yang pertama-tama.” Anas berkata, “Kemudian Ummu Haram menikah dengan Ubadah bin Shamit dan ikut berperang bersamanya, tatkala dia menyeberangi lautan, dia menaiki seekor bighal dan terjatuh hingga ia pun gugur.” Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb(7) berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid(8) dari Yahya bin Sa’id(3) dari Muhammad bin Yahya bin Habban(4) dari Anas bin Malik(5) berkata, telah menceritakan kepadaku Ummu Haram binti Milhan(6), bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di dalam rumahnya, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun dari tudurnya dengan tertawa…kemudian dia menyebutkan maknanya.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 26110)

Hadits-hadits Semakna:

Perawi:

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Dihimpun oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke