Penjelasan Hadits Riwayat Bukhari Nomor 2665.

Daftar Isi

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ابْنَةِ مِلْحَانَ فَاتَّكَأَ عِنْدَهَا ثُمَّ ضَحِكَ فَقَالَتْ لِمَ تَضْحَكُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ الْبَحْرَ الْأَخْضَرَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَثَلُهُمْ مَثَلُ الْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مِنْهُمْ ثُمَّ عَادَ فَضَحِكَ فَقَالَتْ لَهُ مِثْلَ أَوْ مِمَّ ذَلِكَ فَقَالَ لَهَا مِثْلَ ذَلِكَ فَقَالَتْ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْ الْأَوَّلِينَ وَلَسْتِ مِنْ الْآخِرِينَ قَالَ قَالَ أَنَسٌ فَتَزَوَّجَتْ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ فَرَكِبَتْ الْبَحْرَ مَعَ بِنْتِ قَرَظَةَ فَلَمَّا قَفَلَتْ رَكِبَتْ دَابَّتَهَا فَوَقَصَتْ بِهَا فَسَقَطَتْ عَنْهَا فَمَاتَتْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke rumah putri dari Milhan kemudian Beliau berbaring disisinya lalu tertawa. Maka putri Milhan bertanya: “Apa yang membuat Tuan tertawa, wahai Rasulullah?” Maka Beliau berkata: “Ada orang-orang dari umatku dimana mereka sebagai pasukan di jalan Allah yang mengarungi lautan yang hijau bagaikan raja-raja di atas singgasana”. Lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk dari mereka”. Maka Beliau berdo’a: “Ya Allah jadikanlah dia termasuk diantara mereka”. Kemudian Beliau berbaring lagi lalu tertawa kembali. Lalu dia bertanya seperti tadi atau bertanya mengapa Beliau tertawa. Maka Beliau menjelaskan seperti itu pula. Maka dia kembali berkata: “Berdo’alah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk dari mereka”. Maka Beliau berdo’a: “Ya Allah jadikanlah dia termasuk diantara mereka”. Beliau selanjutnya bersabda: “Kamu akan menjadi orang-orang yang pertama dan bukan yang terakhir”. Perawi berkata; Anas berkata: “Kemudian wanita tadi menikah dengan ‘Ubadah bin Ash-Shomit lalu di kemudian hari dia mengarungi lautan bersama Binti Qarazhoh. Ketika kembali ke daratan dia menunggang hewan tunggangannya lalu hewan itu membantingnya hingga dia terjatuh lalu meninggal dunia”. (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 2665)

Tema Artikel yang Senada:

Kisah Nabi Mendatangi Rumah Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berkhulwat dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berduaan dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Ummu Haram binti Milhan Memberi Makan Nabi Saat Berkunjung di Rumahnya.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Istri ‘Ubadah bin ash-Shomit.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Saudara Ummu Sulaim Ibu Anas bin Malik.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Bibi Anas bin Malik.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Ummu Haram Menyisir Rambut Kepala Nabi.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Ummu Haram binti Milhan Mencari Kutu di Rambut Kepala Nabi.

Kisah Nabi Bermimpi Umatnya yang Berjihad Mengarungi Lautan Bak Raja di Atas Singgasana.

Kisah Ummu Haram Meminta Doa Agar Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Terkabulnya Doa Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Mendoakan Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Meletakkan Kepalanya di Pangkuan Ummu Haram Untuk Tidur.

Kisah Nabi Tertawa Bangun dari Tidur.

Kisah Mimpi Nabi yang Diperlihatkan Umatnya Sebagai Pasukan Perang di Jalan Allah.

Kisah Nabi Mengatakan Ummu Haram Akan Menjadi Orang yang Pertama Kali Berjuang di Lautan.

Kisah Ummu Haram Mengarungi Lautan yang Meninggal Sebagai Syahidah.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Lain.

Hukum Berduaan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Lain.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercanda dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Lain.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Lain.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Lain.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyepi dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Perempuan Merias Laki-laki Lain.

Hukum Perempuan Menyisir Laki-laki Lain.

Hukum Menyisir.

Hukum Menyari Kutu Pada Rambut.

Hukum Membunuh Kutu Pada Rambut.

Hukum Perempuan Menghidangkan Makanan Kepada Laki-laki Lain.

Hukum Perempuan Menghidangkan Makanan Untuk Tamu Laki-laki yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berjabat Tangan dengan Orang Lain yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersalaman dengan Orang Lain yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menumpang Tidur di Rumah Orang Lain.

Hukum Menumpang Istirahat di Rumah Orang Lain.

Kronoigis Meninggalnya Ummu Haram Karena Beliau Dibanting Oleh Hewan Tunggangannya.

Hadits Ini Bertentangan dengan Makna Hadits Ahmad 2587 yang Menyebutkan Nabi Mengunjungi Istrinya+

Hadits Ini Bertentangan dengan Makna Hadits Ahmad 2580 yang Disebutkan Sudah Menikah dengan Ubadah+

Redaksi Hadits Utuh:

Hadits Riwayat Bukhari Nomor 2665

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ هُوَ الْفَزَارِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ابْنَةِ مِلْحَانَ فَاتَّكَأَ عِنْدَهَا ثُمَّ ضَحِكَ فَقَالَتْ لِمَ تَضْحَكُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ الْبَحْرَ الْأَخْضَرَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَثَلُهُمْ مَثَلُ الْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مِنْهُمْ ثُمَّ عَادَ فَضَحِكَ فَقَالَتْ لَهُ مِثْلَ أَوْ مِمَّ ذَلِكَ فَقَالَ لَهَا مِثْلَ ذَلِكَ فَقَالَتْ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْ الْأَوَّلِينَ وَلَسْتِ مِنْ الْآخِرِينَ قَالَ قَالَ أَنَسٌ فَتَزَوَّجَتْ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ فَرَكِبَتْ الْبَحْرَ مَعَ بِنْتِ قَرَظَةَ فَلَمَّا قَفَلَتْ رَكِبَتْ دَابَّتَهَا فَوَقَصَتْ بِهَا فَسَقَطَتْ عَنْهَا فَمَاتَتْ

“Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad(1) telah bercerita kepada kami Mu’awiyah bin ‘Amru(2) telah bercerita kepada kami Abu Ishaq, dia adalah Al Fazariy(3) dari ‘Abdullah bin ‘Abdur Rahman Al Anshoriy(4) berkata aku mendengar Anas radliallahu ‘anhu(5) berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke rumah putri dari Milhan kemudian Beliau berbaring disisinya lalu tertawa. Maka putri Milhan bertanya: “Apa yang membuat Tuan tertawa, wahai Rasulullah?” Maka Beliau berkata: “Ada orang-orang dari umatku dimana mereka sebagai pasukan di jalan Allah yang mengarungi lautan yang hijau bagaikan raja-raja di atas singgasana”. Lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk dari mereka”. Maka Beliau berdo’a: “Ya Allah jadikanlah dia termasuk diantara mereka”. Kemudian Beliau berbaring lagi lalu tertawa kembali. Lalu dia bertanya seperti tadi atau bertanya mengapa Beliau tertawa. Maka Beliau menjelaskan seperti itu pula. Maka dia kembali berkata: “Berdo’alah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk dari mereka”. Maka Beliau berdo’a: “Ya Allah jadikanlah dia termasuk diantara mereka”. Beliau selanjutnya bersabda: “Kamu akan menjadi orang-orang yang pertama dan bukan yang terakhir”. Perawi berkata; Anas berkata: “Kemudian wanita tadi menikah dengan ‘Ubadah bin Ash-Shomit lalu di kemudian hari dia mengarungi lautan bersama Binti Qarazhoh. Ketika kembali ke daratan dia menunggang hewan tunggangannya lalu hewan itu membantingnya hingga dia terjatuh lalu meninggal dunia”. (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 2665)

Hadits-hadits Semakna:

Hadits Riwayat Bukhari Nomor 5810

Hadits Riwayat Bukhari Nomor 6486

Hadits Riwayat Muslim Nomor 3535

Hadits Riwayat Tirmidzi Nomor 1569

Hadits Riwayat Nasai Nomor 3120

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 13290

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 26110

Hadits Riwayat Malik Nomor 882

Perawi:

(1) Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdullah bin Ja’far bin Al Yaman, Al Ju’fiy, Abu Ja’far, Al Musnadiy, Tabi’ul Atba’ kalangan tua, wafat tahun 229 H, hidup di Bukhara, wafat di Bukhara.

(2) Mu’awiyah bin ‘Amru bin Al Mahlab, Al Ma’aniy Al Azdiy, Abu ‘Amru, Ibnu Al Kirmaniy, Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan, wafat tahun 214 H, hidup di Kufah, wafat di Baghdad.

(3) Ibrahim bin Muhammad bin Al Harits bin Asma’ bin Kharijah, Al Fazariy, Abu Ishaq, Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan, wafat tahun 185 H, hidup di Syam, wafat di Mushayshah.

(4) Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin Ma’mar, Al Anshariy Aln Najjariy, Abu Thawalah, Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 134 H, hidup di Madinah.

(5) Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram, Al Anshariy Al Madaniy, Abu Hamzah, Shahabat, wafat tahun 91 H, hidup di Bashrah.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Dihimpun oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke