Penjelasan Hadits Riwayat Darimi Nomor 2314.

Daftar Isi

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي بَيْتِهَا يَوْمًا فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَضْحَكَكَ قَالَ أُرِيتُ قَوْمًا مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ ظَهْرَ هَذَا الْبَحْرِ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْهُمْ ثُمَّ نَامَ أَيْضًا فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَضْحَكَكَ قَالَ أُرِيتُ قَوْمًا مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ هَذَا الْبَحْرَ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْ الْأَوَّلِينَ قَالَ فَتَزَوَّجَهَا عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ فَغَزَا فِي الْبَحْرِ فَحَمَلَهَا مَعَهُ فَلَمَّا قَدِمُوا قُرِّبَتْ لَهَا بَغْلَةٌ لِتَرْكَبَهَا فَصَرَعَتْهَا فَدُقَّتْ عُنُقُهَا فَمَاتَتْ

“Bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di rumahnya, tiba-tiba beliau bangun (tidur) sambil tertawa, lalu aku bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah yang membuatmu tertawa?” Beliau bersabda: “Diperlihatkan kepadaku suatu kaum dari umatku, mereka mengarungi lautan ini seperti para raja di atas singgasana.” Aku berkata; “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya menjadikanku termasuk bagian dari mereka.” Beliau bersabda: “Engkau termasuk bagian dari mereka.” Kemudian beliau tidur kembali, lalu terbangun sambil tertawa, aku bertanya; “Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu tertawa?” Beliau bersabda: “Diperlihatkan kepadaku suatu kaum dari umatku, mereka tengah mengarungi lautan ini bagaikan para raja di atas singgasana.” Aku berkata; “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada supaya Allah menjadikanku termasuk bagian dari mereka.” Beliau bersabda: “Engkau termasuk dari kelompok pertama.” Kemudian ‘Ubadah bin Ash Shamit menikahinya, lalu ia membawa Ummu Haram ikut berperang di lautan. Tatkala mereka (kaum Muslimin) sampai tujuan, maka di dekatkan seekor Baghal kepada Ummu Haram untuk ditunggangi, ternyata bighal tersebut menjatuhkannya hingga menyebabkan lehernya patah dan iapun meninggal.” (Riwayat Darimi Nomor 2314)

Tema Artikel yang Senada:

Kisah Nabi Mendatangi Rumah Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berkhulwat dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Berduaan dengan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Ummu Haram binti Milhan Memberi Makan Nabi Saat Berkunjung di Rumahnya.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Istri ‘Ubadah bin ash-Shomit.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Saudara Ummu Sulaim Ibu Anas bin Malik.

Ummu Haram binti Milhan Adalah Bibi Anas bin Malik.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Tidur di Pangkuan Ummu Haram binti Milhan.

Kisah Nabi Bermimpi Umatnya yang Berjihad Mengarungi Lautan Bak Raja di Atas Singgasana.

Kisah Ummu Haram Meminta Doa Agar Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Terkabulnya Doa Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Mendoakan Ummu Haram Menjadi Bagian Umat yang Berjihad di Lautan.

Kisah Nabi Meletakkan Kepalanya di Pangkuan Ummu Haram Untuk Tidur.

Kisah Nabi Tertawa Bangun dari Tidur.

Kisah Mimpi Nabi yang Diperlihatkan Umatnya Sebagai Pasukan Perang di Jalan Allah.

Kisah Nabi Mengatakan Ummu Haram Akan Menjadi Orang yang Pertama Kali Berjuang di Lautan.

Kisah Ummu Haram Mengarungi Lautan yang Meninggal Sebagai Syahidah.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berduaan dengan Perempuan Lain.

Hukum Berduaan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan Lain.

Hukum Bersentuhan dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercengkrama dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Bercanda dengan Perempuan Lain.

Hukum Bercanda dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan Lain.

Hukum Ngobrol dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan Lain.

Hukum Berbincang-bincang dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan Lain.

Hukum Berkhulwat dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyepi dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyepi dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Ajnabi.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan Lain.

Hukum Menyendiri dengan Perempuan yang Bukan Mahramnya.

Hukum Bersalaman dengan Orang Lain yang Bukan Mahramnya.

Hukum Menumpang Tidur di Rumah Orang Lain.

Hukum Menumpang Istirahat di Rumah Orang Lain.

Hukum Laki-laki Masuk ke Rumah Perempuan Lain yang Sedang Tidak Ada Suaminya.

Kronoigis Meninggalnya Ummu Haram Karena Terjatuh Dari Hewan Tunggangannya Hingga Mematahkan Lehernya Dan Meninggal.

Hadits Ini Bertentangan dengan Makna Hadits Ahmad 2587 yang Menyebutkan Nabi Mengunjungi Istrinya+

Hadits Ini Bertentangan dengan Makna Hadits Ahmad 2580 yang Disebutkan Sudah Menikah dengan Ubadah+

Redaksi Hadits Utuh:

Hadits Riwayat Darimi Nomor 2314.

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ حَرَامٍ بِنْتُ مِلْحَانَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي بَيْتِهَا يَوْمًا فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَضْحَكَكَ قَالَ أُرِيتُ قَوْمًا مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ ظَهْرَ هَذَا الْبَحْرِ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْهُمْ ثُمَّ نَامَ أَيْضًا فَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَضْحَكَكَ قَالَ أُرِيتُ قَوْمًا مِنْ أُمَّتِي يَرْكَبُونَ هَذَا الْبَحْرَ كَالْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْ الْأَوَّلِينَ قَالَ فَتَزَوَّجَهَا عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ فَغَزَا فِي الْبَحْرِ فَحَمَلَهَا مَعَهُ فَلَمَّا قَدِمُوا قُرِّبَتْ لَهَا بَغْلَةٌ لِتَرْكَبَهَا فَصَرَعَتْهَا فَدُقَّتْ عُنُقُهَا فَمَاتَتْ

“Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Harb(1) telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid(2) dari Yahya bin Sa’id(3) dari Muhammad bin Yahya bin Habban(4) dari Anas bin Malik(5), ia berkata; telah menceritakan kepadaku Ummu Haram binti Milhan(6) bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di rumahnya, tiba-tiba beliau bangun (tidur) sambil tertawa, lalu aku bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah yang membuatmu tertawa?” Beliau bersabda: “Diperlihatkan kepadaku suatu kaum dari umatku, mereka mengarungi lautan ini seperti para raja di atas singgasana.” Aku berkata; “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya menjadikanku termasuk bagian dari mereka.” Beliau bersabda: “Engkau termasuk bagian dari mereka.” Kemudian beliau tidur kembali, lalu terbangun sambil tertawa, aku bertanya; “Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu tertawa?” Beliau bersabda: “Diperlihatkan kepadaku suatu kaum dari umatku, mereka tengah mengarungi lautan ini bagaikan para raja di atas singgasana.” Aku berkata; “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada supaya Allah menjadikanku termasuk bagian dari mereka.” Beliau bersabda: “Engkau termasuk dari kelompok pertama.” Kemudian ‘Ubadah bin Ash Shamit menikahinya, lalu ia membawa Ummu Haram ikut berperang di lautan. Tatkala mereka (kaum Muslimin) sampai tujuan, maka di dekatkan seekor Baghal kepada Ummu Haram untuk ditunggangi, ternyata bighal tersebut menjatuhkannya hingga menyebabkan lehernya patah dan iapun meninggal.” (Riwayat Darimi Nomor 2314)

Hadits-hadits Semakna:

Hadits Riwayat Bukhari Nomor 2590

Hadits Riwayat Bukhari Nomor 2680

Hadits Riwayat Muslim Nomor 3536

Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 2131

Hadits Riwayat Nasai Nomor 3121

Hadits Riwayat Ibnu Majah Nomor 2766

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 25790

Hadits Riwayat Ahmad Nomor 26110

Perawi:

(1) Sulaiman bin Harb bin Bujail, Al Azdiy Al Makkiy, Abu Ayyub, Tabi’ut Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 224 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.

(2) Hammad bin Zaid bin Dirham, Abu Isma’il, Al Azraq, Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan, wafat tahun 179 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.

(3) Yahya bin Sa’id bin Qais, Al Anshariy An Najjariy, Abu Sa’id, Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 144 H, hidup di Madinah, wafat di Hasyimiyah.

(4) Muhammad bin Yahya bin Hibban, Al Anshariy Al Maziniy, Abu ‘Abdullah , Tabi’ul Atba’ kalangan tua, wafat tahun 121 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

(5) Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram, Al Anshariy Al Madaniy, Abu Hamzah, Shahabat, wafat tahun 91 H, hidup di Bashrah.

(6) Ummu Haram binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram, Al Anshariyyah, Ummu Haram, Shahabiyah, wafat tahun 27 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Dihimpun oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke