Penjelasan Hadits Riwayat Darimi Nomor 3016.

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

عَنْ عُمَرَ وَعَلِيٍّ وَزَيْدٍ أَنَّهُمْ قَالُوا الْوَلَاءُ لِلْكُبْرِ وَلَا يَرِثُونَ النِّسَاءَ مِنْ الْوَلَاءِ إِلَّا مَا أَعْتَقْنَ أَوْ كَاتَبْن

“dari Umar(5), Ali(6) dan Zaid(7) bahwa mereka berkata; Wala` untuk yang lebih tua. Mereka tidak mewariskan wala` kepada kaum perempuan kecuali jika mereka memerdekakan atau memberi janji pemerdekaan.” (Hadits Riwayat Darimi Nomor 3016)

Tema Artikel yang Senada:

Wala’ Itu Untuk yang Lebih Tua.

Kaum Perempuan Tidak Mewarisi Wala` Kecuali Mereka yang Memberi Janji Kemerdekaan.

Kaum Perempuan Tidak Mewarisi Perwalian Kecuali Mereka yang Memberi Janji Kemerdekaan.

Pengertian Hak Waris Wala’ dalam Islam.

Pengertian Wala’ dalam Islam.

Hukum Hak Waris Budak Atau Wala’ dalam Islam.

Redaksi Hadits Utuh:

Hadits Riwayat Darimi Nomor 3016

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ حَرْبٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عُمَرَ وَعَلِيٍّ وَزَيْدٍ أَنَّهُمْ قَالُوا الْوَلَاءُ لِلْكُبْرِ وَلَا يَرِثُونَ النِّسَاءَ مِنْ الْوَلَاءِ إِلَّا مَا أَعْتَقْنَ أَوْ كَاتَبْن

“Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Isa(1) telah menceritakan kepada kami Abdus Salam bin Harb(2) dari Al A’masy(3) dari Ibrahim(4) dari Umar(5), Ali(6) dan Zaid(7) bahwa mereka berkata; Wala` untuk yang lebih tua. Mereka tidak mewariskan wala` kepada kaum perempuan kecuali jika mereka memerdekakan atau memberi janji pemerdekaan.” (Hadits Riwayat Darimi Nomor 3016)

Hadits-hadits Semakna:

Hadits Riwayat Darimi Nomor 3017

Hadits Riwayat Darimi Nomor 3018

Perawi:

(1) Muhammad bin ‘Isa bin Najih, Al Baghdadiy, Abu Ja’far, Ibnu Ath Thabba’, Tabi’ut Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 224 H, hidup di Thabariyah, wafat di Thabariyah.

(2) Abdus Salam bin Harb bin Salmi, Al Mala’i An Nahdiy, Abu Bakar, Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan, wafat tahun 187 H, hidup di Kufah.

(3) Sulaiman bin Mihran, Al Asadiy Al Kahiliy, Abu Muhammad, Al A’masy, Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Kufah.

(4) Ibrahim bin Yazid bin Qays, An Nakha’iy, Abu ‘Imrah, Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 96 H, hidup di Kufah.

(5) Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al Qurasyiy Al ‘Adawiy, Abu Hafsh, Al Faruq Amirul Mu’minin, Shahabat, wafat tahun 23, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

(6) Ali bin Abi Thalib bin ‘Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.

(7) Zaid bin Tsabit bin Adl Dlahhak, Al Anshariy An Najjariy, Abu Sa’id, Shahabat, wafat tahun 45 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Dihimpun oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke