Perbedaan Wasallam dengan Wasallim dalam Shalawat

Diasuh Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad


PERTANYAAN:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya sering mendengar orang-orang membaca wasallam atau terkadang wasallim, mana yang benar? (Bahdi Boing/Maluku)

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

JAWABAN:

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Sebetulnya keduanya benar sebab bila dibaca wasallam maka bentuk kata fiil madhi; Kata kerja yang menunjukkan masa lampau, sedangkan bila dibaca wasallim maka bentuk kata fiil amar; kata kerja menunjukkan perintah.

Untuk memudahkan kapan dibaca wasallam atau wasallim dalam bacaan shalawat maka perhatikan kata sebelumnya. Bila kata sebelumnya dibaca shallah maka kata sesudahnya dibaca wasallam dan bila kata sebelumnya dibaca shalli maka kata sesudahnya dibaca wasallim. Sebab fiil madhi athafnya ke fiil madhi, sedangkan fiil amar athafnya kepada fiil amar.

Salah satu syarat mengathafkan fiil pada fiil yg lain yaitu kedua fiil harus memiliki zaman yg sama..

و حذف متبوع بدا هنا استبح * و عطفك الفعل على الفعل يصح

 (و عطفك الفعل على الفعل)إن اتحدا في الزمان(يصح)نحو لنحيي به بلدة ميتا و نسقيه و لا يضر إختلافهما في اللفظ نحو تبارك الذي إن شاء جعل لك خيرا من ذلك جنات تجري من تحتها الأنهار و يجعل ذلك قصورا~بهجة المرضية ١٢٧

Syarat sah mengathafkan fi’il pada fi’il adalah harus sama zamannya dan tidak masalah jika hanya berbeda lafadznya ~Bahjatul Mardiah 127

Dalam bab washal dan fashal dalam ilmu balaghah salah satu hal yg mewajibkan fashal (tidak di’athafkan) adalah berbedanya kedua jumlah dalam khabar dan insya’nya

تجب الفصل في خمسة مواضع -إلى أن قال-أن يكون بين الجملتين تباين تام بأن يختلفا خبلاا و إنشاء ~حسن الصياغة ٧٨

Nomer 2 dari hal yang mewajibkan fashal (tidak boleh diathafkan) adalah ketika kedua jumlah memiliki perbedaan yang jelas seperti ketika berbeda dalam khabar dan insya’nya ~husnusshiaghah 78

Jadi shalli wa sallam atau shalla wa sallim hukumnya tidak boleh menurut ilmu balaghah karena kedua jumlah yang berbeda dalam status khabar dan insya’nya maka wajib di fashal dan tak boleh di washal.

وَعَطْفُكَ الفِعْلَ عَلَى الفِعْلِ يَصِحْ بشرط اتحاد زمانيهما

سواء اتحد نوعهما :

نحو: {لنحيي به بلدة ميتاً ونسقيه} (الفرقان: 49)

{وإن تؤمنوا وتتقوا يؤتكم أجوركم ولا يسألكم أموالكم} (محمد: 36)

أم اختلفا

نحو قوله تعالى: {يقدم قومه يوم القيامة فأوردهم النار} (هود: 98)، {تبارك الذي إن شاء جعل لك خيراً من ذلك جنات تجري} (الفرقان: 10) الآية

piss-ktb

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Bagikan Artikel Ini Ke