Seseorang Tidak Boleh Membahayakan Orang Lain dan Tidak Boleh Membalas Bahaya dengan Bahaya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ وَلِلرَّجُلِ أَنْ يَجْعَلَ خَشَبَةً فِي حَائِطِ جَارِهِ وَالطَّرِيقُ الْمِيتَاءُ سَبْعَةُ أَذْرُعٍ

“Tidak boleh membahayakan (orang lain) dan tidak boleh membalas bahaya dengan bahaya. Seseorang boleh menyandarkan kayunya pada dinding tentangganya. Dan jalanan untuk umum adalah selebar tujuh hasta.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 2719)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى أَنْ لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memutuskan bahwa tidak boleh berbuat madlarat dan hal yang menimbulkan madlarat.” (Hadits Riwayat bnu Majah Nomor 2331)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh berbuat madlarat dan hal yang menimbulkan madlarat.” (Hadits Riwayat Ibnu Majah Nomor 2332)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh membuat kemudharatan pada diri sendiri dan membuat kemudharatan pada orang lain.” (Hadits Riwayat Malik Nomor 1234)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke