Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ma’bad Abdul-Karim Al-Azhari

Mesir merupakan sebuah negeri yang tak pernah kering dari derasnya ilmu para ulama, sejak zaman sahabat ‘Amr bin Ash radhiyallahu’anhu, kemudian diwarisi oleh Imam Laits bin Saad, Imam Syafi’i, Imam Al-Muzani, Imam Ath-Thahawi, melewati Hafidz Ibnu Jama’ah, Al-‘Iraqi, Ibnu Hajar, As-Suyuthi, Syaikh Ahmad Syakir, hingga zaman kini.

Tentang pembawa bendera Ahli Hadist di Bumi Mesir, Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ma’bad Abdul-Karim Al-Azhari (احمد معبد عبد الكريم) adalah salah satu ahli hadist bermanhaj Salafy atau lebih dikenal dengan Wahabi yang terlahir dari negara ini.

Syaikh Muhaddits ‘Allaamah Prof. Dr. Ahmad Ma’bad Abdul-Karim Al-Azhari hafidzhahullah ( sekitar 76 tahun).

Terlahir di Prop. Fayyum, Mesir tahun 1939 M / 1359 M. Beliau adalah alumni S1 Fak Ushuluddin, Jurusan Tafsir Hadist Univ.Al-Azhar tahun 1966 M, lalu S2 Jurusan Tafsir tahun 1969, dan S3 Jurusan Hadist dan Ilmu Hadist tahun 1978 M.

Awal karir pengajaran beliau: menjabat Dosen Univ.Al-Azhar, kemudian pindah ke Riyadh, Arab Saudi. mengajar di Univ. Malik Suud selama 25 tahun, hingga kembali ke Al-azhar tahun 1417 H, 20 tahun yang lalu.

Beliaulah Pakar ‘Ilal Hadis, sebuah ilmu paling detail dan paling sulit dalam bidang ilmu hadis, sebab tidak hanya membutuhkan kuatnya hafalan, dan luasnya bacaan dan muthala’ah, namun juga butuh panjangnya umur dan pengalaman dalam berkencimpung dalam bidang ilmu ini.

Dialah yang berhasil membina para ahli hadist di Universitas terbesar di Saudi Arabia dan terbaik di Timur Tengah: selama 25 tahun (yaitu: Universitas Malik Suud), diantara murid yang lulus dari binaannya: sebut saja Syaikh Prof.Dr. Saad Al-Humaid, atau Syaikh Prof.Dr. Abdullah Damfu dari Arab Saudi, juga Syaikh Mazin As-Sarsawi dari Mesir, Syaikh Mahir Yasin Al-Fahl dari Iraq dll.

Walaupun Syaikh Abu ishaq Al-Huwaini lebih banyak menghasilkan karya tulis ilmiyah, namun ulama kita yang satu ini dianugerahi lisan yang lebih kuat dalam mengkaji ilmu, dan cara pengajaran yang begitu mengesankan dan mudah dicerna hatta pada jenis ilmu ‘ilal, sebuah ilmu yang tidak hanya sulit dalam kategori ilmu hadis, namun juga merupakan ilmu tersulit diantara ilmu-ilmu islam lainnya.

Kini beliau telah pindah ke Mesir, dan menjabat sebagai Guru Besar Ilmu Hadist Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir, dan Anggota Kibar Ulama Al-Azhar. Beliau ini juga sangat memuji Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini, dan juga merupakan dosen dan syaikh putera Syaikh Al-Huwaini di Univ.Al-Azhar. Beliau pernah berkata kepada Syaikh Hatim bin Abu Ishaq Al-Huwaini: “Ayahmu adalah orang yang paling tahu tentang hadist diantara kami, dan kami begitu banyak mengambil manfaat dari (karya ilmiyah)nya”.

Namun begitu, sepakar apapun ulama dalam suatu ilmu bila aqidahnya menyeleweng dari Islam ahlussunnah wal jamaah, seperti menyelewengnya aqidah Wahabi. Umat Islam selayaknya tidak menjadikan ulama-ulama Wahabi sebagai rujukan. Agar aqidah umat Islam tetap selamat. (wahdah)

Bagikan Artikel Ini Ke