Terkabulnya Doa di Hari Arafah

Di antara waktu yang tergolong mustajabah atau mudah terkabul ketika doa dipanjatkan adalah berdoa di hari Arafah. Hari Arafah adalah suatu hari di dalam kalender Hijriyah yang bertepatan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Umat Islam diperintahkan meningkatkan amal dan ibadah sebab waktu ini sangat mustajabah, apalagi dilakukan saat wukuf di padang Arafah. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585)

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348)

Dalam sebuah riwayat Hadits diesbutkan,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari ‘Arafah” (Hadits Tirmidzi Nomor 3509)

Saat Arafah bukan hanya mustajabah bagi mereka yang sedang melaksanakan wukuf, namun juga mustajabah bagi semua kaum muslimin dan muslimat di manapun berada di seluruh penjuru dunia.

Walaupun tidak ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kaum muslimin diperbolehkan untuk ta’rif, yakni berkumpul di masjid atau di tempat-tempat lain untuk berdo’a dan dzikir bersama pada hari Arafah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu. Walaupun tetap waktu dan tempat yang lebih utama adalah saat dan di tempat Arafah. Hukum boleh disini berdasarkan pada keumuman perintah dari hadits dan juga tidak ada larangan dari Nabi bagi umatnya untuk melakukannya.

Baca juga; Hukum Menciptakan Amalan Kebaikan Dalam Islam

Dengan begitu, hari Arafah merupakan waktu mustajabah yang berlaku secara umum, baik bagi yang sedang berhaji maupun bagi yang tidak berhaji. Karena keutamaan yang dimiliki Arafah bersifat waktu. Namun, bila mengamalkan suatu ibadah di padang Arafah saat wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah, berarti keutamaan yang didapatkan dobel antara keutamaan waktu dan tempat.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke