Ternyata Ada Dosa Lain Selain Kufur yang Menyebabkan Kekal Berada di dalam Neraka.

Salah satu syariat Islam sebagai agama penyebar rahmat bagi seluruh alam adalah menjaga nyawa sesama manusia meskipun mereka bukan Islam. Setiap makhluq memiiki hak untuk hidup, sehingga tidak ada satupun dari orang lain boleh melenyapkan nyawa seseorang. Bagi pelanggarnya akan diadzab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam neraka yang sangat pedih siksanya dan mereka akan kekal di dalamnya. Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (Surat An-Nisa’ Ayat 93)

Sebagian dari umat Islam mungkin merasa janggal bagaimana bisa balasan dari perbuatan pembunuhan adalah kekal berada dalam neraka ketika dalam ayat lain disebutkan bahwa hanya orang-orang kafir saja yang kekal berada dalam neraka jahanam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut;

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Surat Al-Baqarah Ayat 39)

Berdasarkan ayat diatas sangat jelas sekali bahwa orang kafir adalah golongan yang sudah pasti masuk di dalam neraka jahanam dan berada di dalamnya kekal selamanya. Orang kafir adalah mereka yang dengan terang-terangan menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengingkari ajaran agama tauhid.

Sedangkan seseorang yang memiliki dosa yang sangat banyak atau memiliki dosa besar yang masih tersisa keimana walaupun sekecil biji sawi tetap akan dikeluarkan dari neraka dan kemudian akan dimasukkan kedalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ

“Tidak akan pula masuk neraka, yaitu seorang yang di dalam hatinya terdapat keimanan meskipun hanya sebesar biji dzarrah.” (Hadits Tirmidzi Nomor 1922)

Sebetulnya tidak ada yang bertentangan antara satu pemahaman dengan pemahaman lainnya. Yakni, karena pembunuhan sengaja seorang mukmin kepada mukmin lainnya tergolong dosa besar yang menyebabkan seseorang menjadi kufur, kafir, atau keluar dari Islam. Sedangkan dosa kafir akan mendapatkan balasan dengan dimasukkan ke dalam neraka, dimana dia akan kekal didalamnya. Berarti dosa pembunuhan dengan sengaja dari seorang mukmin kepada mukmin lainnya juga menyebabkan seseorang akan masuk neraka dan kekal tinggal di dalamnya.

Jadi, yang menyebabkan seorang mukmin akan kekal berada dalam neraka bukanlah karena pembunuhannya, namun lebih pada disebabkan kekufurannya karena dia telah membunuh saudara mukmin lain dengan sengaja. Bilamana pembunuhannya tidak sengaja, maka tetap akan masuk neraka jahannam, namun tidak sampai kekal di dalamnya.

Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa balasan bagi seorang mukmin yang dengan sengaja membunuh mukmin lain akan dimasukkan kedalam neraka jahannam dan dia akan kekal di dalam selamanya.

Disamping dibalas dengan neraka jahanam, seorang mukmin yang dengan sengaja membunuh saudara mukmin lainnya juga akan diadzab dengan sangat pedih sebab kemurkaan Allah. Selain itu Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang- orang tersebut sehingga dia akan dijauhkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari rahmat-Nya.

Itulah balasan yang sangat mengerikan yang akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang-orang yang melakukan perbuatan sangat keji tersebut. Dan apabila balasan tersebut diketahui seorang mu’min, maka hal itu akan menjadi penghalang mereka untuk melakukan perbuatan itu. Dan mereka akan lebih takut untuk melakukannya dan dia juga akan lebih menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan yang keji yang hendak ia lakukan.

Maka, janganlah kita gegabah dan mudah terpancing emosi yang menyebabkan kita terjerumus kedalam permusuhan dan konflik yang menyebabkan kita menghilangkan nyawa saudara mukmin lainnya. Agar supaya kita terhindar dari masuk neraka yang kekal di dalamnya. Allahu Musta’an.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke