Watak Asal Manusia Adalah Malas Beribadah

Siapa bilang ibadah itu mudah dan Siapa bilang ibadah itu ringan? Ibadah itu sangat berat, ibadah itu sangat merepotkan, ibadah itu sangat menyusahkan di sela-sela ambisi kita menjalani kesibukan duniawi.

Nyaris setiap dari kita pernah atau bahkan sering merasakan berat atau bahkan malas manakala hendak melaksanakan ibadah. Itulah memang watak asal manusia, Allah menciptakan manusia sebagai mahkluq yang sangat pemalas dan mudah berkeluh kesah. Ada sisi munafik dalam diri kita sehingga kita merasa malas dalam mengerjakan ibadah. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 54)

Namun Allah Subhanahu wa Taala memang hendak menguji hambanya dengan ibadahnya. Oleh karenanya hendaklah kita senantiasa berusaha bersabar dalam menjalankan ibadah kepada-Nya Allah Subhanahu wa Taala berfirman,

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

“Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” (Al-Qur’an Surat Maryam Ayat 65)

Itulah ibadah yang dijadikan sebagai bentuk ujian keimanan seseorang. Allah Subhanahu wa Taala tidak akan pernah membiarkan seseorang yang telah berani mengaku beriman sebelum Allah Subhanahu wa Taala mengujinya. Allah Subhanahu wa Taala berfirman,

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut Ayat 2-3)

Namun bila keimanan kita telah teruji hingga kita mencapai maqom atau kedudukan orang-orang yang khusu’ dan bertakwa. Maka tiadalah ibadah itu menjadi berat baginya, malahan ibadah shalat menjadi penolong bagi semua persoalan kehidupan. Allah Subhanahu wa Taala berfirman,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” (Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 45)

Walaupun ibadah merupakan perkara yang sangat berat, namun syogyanya kita selalu berupaya dalam melaksanakan agar kita terhindar menjadi golongan orang-orang munafik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taala,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (Al-Qur’an Surat An-Nisa’ Ayat 142)

Semoga kita dimampukan untuk melaksanakan ibadah secara ikhlas dan istiqamah, Allahumma Amin.

اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke